Menurut Kantor Berita Internasional ABNA, surat kabar American Hill mengumumkan bahwa invasi rezim Zionis ke Jalur Gaza, yang telah berlangsung selama lebih dari 100 hari, menghadapi tekanan yang berat.
Surat kabar ini menyatakan dalam sebuah laporan: “Rezim Zionis terus mengumumkan tujuan-tujuannya yang tidak dapat dicapai dari perang ini dan meskipun besarnya biaya yang harus dikeluarkan, rezim tersebut tidak mengubah tujuan-tujuan tersebut.”
Pada bagian lain laporan surat kabar Amerika ini disebutkan bahwa tekanan internasional untuk mengakhiri perang ini semakin meningkat dan perbedaan internal dalam rezim Zionis semakin meluas. Keluarga tahanan Israel masih menuntut perjanjian gencatan senjata untuk membebaskan para tahanan.
Surat kabar Hill melanjutkan bahwa tanda-tanda pertama penerapan strategi perang jangka panjang muncul dari perbedaan struktur politik rezim Zionis pada pekan lalu. "Gadi Eisenkot", mantan kepala staf tentara rezim ini, yang baru-baru ini kehilangan putranya dalam perang Gaza, mengumumkan bahwa kekalahan total Hamas adalah tujuan yang tidak masuk akal.